“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.” - Tere Liye
Showing posts with label note to self. Show all posts
Showing posts with label note to self. Show all posts
23 Oct 2013
21 Sept 2013
Kita sama-sama sudah memilih di masa yang lalu. Tetapi pada akhirnya, kamu memilih pergi dan saya teguh. Saya tidak meneteskan setetes-pun air mata--kalau kamu ingin tahu betapa saya tegar--atas keputusanmu. Saya kuat. Malam ini saya membaca lagi pesan perpisahanmu, dan saat selesai membacanya, saya menangis seseunggukan. Tidak, bukan karena menangisi kamu, tapi menangisi betapa bodoh dan tidak pekanya saya saat itu. Saya sudah melepaskan, dan memutuskan untuk tidak lagi berharap. Take care... :)
18 Mar 2013
Do not ever
Jangan pernah berpikir kamu yang berusaha sendiri saat berkerja bersama.
Jangan pernah berpikir kamu yang paling tulus dalam mencintai.
Jangan pernah berpikir kamu yang mencintai lebih dalam dari yang lain.
Jangan pernah berpikir kamu yang paling terluka saat disakiti.
Setidaknya, itu yang aku pikirkan sekarang. Bukan untuk siapa-siapa. Untuk diriku sendiri.
Aku bisa jadi lebih baik, aku kuat, dan aku tidak akan membalas menyakiti :)
25 Jan 2013
Hari ke-23: High hopes, know me better
Sometimes I cry so hard. When I want anything but I can't have it. Tears drop and my heart hurts.. That time I want to share my problems with someone, with my friends. Hope they'll support me and make me feel better. But I can't. I don't know why. I can not tell anything to others, although I want to do it. I can't be honest when I have problems, even to myself. I just keep it inside, feel my heart beating. Then crying over and over again. Blame myself. One day my friends asked me "What happened to you honey?" and I answered, "Nothing, I'm okay". Don't ever believe me when you ask me and I answer like that. I could stand in every conditions, but it doesn't mean that I'm strong..
17 Jan 2013
Hari ke-16: 5 (Lima)
1
Aku diam mendengarkan suara hening diujung bumi sebelah sana. Dia membisu dan ikut-ikutan mendengarkan aku yang diam diujung bumi sebelah sini. Kami diam. Ingin diam karena tidak tau apa yang sedang kami diamkan.
2
Kali ini kamu sudah bisa bicara. Sekedar kata "iya", "tidak", dan "hmm" yang menggantung melalui udara. Aku yang tidak pandai bicara ini hanya membalasnya dengan memanggil namamu berulang kali dengan suara yang lirih. Sebentar lagi pecah. Dari sini aku tau. Semesta, dia sedang marah.
3
Sudah bukan lagi "iya", "tidak", dan "hmm" yang terus kau jejalkan di telingaku. Kini kita sudah mulai membuka tabir-tabir ego yang sedari tadi membungkus erat. Marah, kecewa, cemas, cemburu; hati, yang sedari tadi kau sembunyikan sekarang sudah ku genggam. "Maafin aku ya", katamu.
4
Kita resmi menangis berbarengan. Tangis yang aku tau tidak menyakitkan. Tangis tidak ingin kehilangan. Tangis karena kita merasa kita sama-sama bodoh untuk saling berbohong tentang perasaan. Kita ini berbeda tubuh, tetapi satu jiwa. Aku merasa apa yang kau rasa, begitu juga sebaliknya.
5
Memaafkan, berbagi rasa, kembali menjadi aku dan kamu yang selama ini bergumul menjadi kita. Mengobrol seharian. Bercanda sampai tidak ada bahan. Jenuh karena kamu bilang, hanya kamu yang berbicara terus-terusan. Tapi tidak pernah ingin mengakhiri pembicaraan. Itu kita; aku dan kamu yang selama ini berproses menjadi kita.
If there is no you;
my universe will never be the same.
☺
6 Jan 2013
Hari ke-6: Ibuk
Ada semburat sedih menggantung disana. Diantara horison biru bola matanya yang gemerlapan percik-percik cinta. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana dahsyatnya rindu bisa sangat membuat dua bola cakrawala itu kelabu. Bak tertimbun abu.
Ada sendu tidak ingin diacuhkan disana. Diantara tarian indah jemari lentiknya yang menari meliuki puluhan nada. Bermelodikan ketegaran yang ingin dimengerti tanpa harus berucap: aku merindui.
Ada berton-ton cinta yang siap menenggelamkanmu dijurang paling dalam hatinya, andai kau cukup kuat mengangkatnya sekarang. Dan andai kau cukup tau untuk sekedar paham. Ada yang mencinta, tapi kau buta.
Ada yang setia duduk disana. Menunggumu pulang, atau hanya sekedar mendengar kau berdeham. Lalu dia akan terlelap berhiaskan senyuman. Membawamu ke dalam mimpi seindah cerita impian. Dan terlelap. Sangat lelap. Tanpa harus bertanya dimana, dan kapan terjaga.
Iya buk. Dinar juga kangen.
♥
26 Oct 2012
29 Sept 2012
Kemana saja perginya?
Selama ini aku masih belum-tidak-sadar kalau waktu benar-benar berlalu, berjalan, dan meninggalkan kita. Setelah aku benar-benar membuka mata, aku baru bisa melihat, ternyata kita benar-benar dimakan waktu. Aku sudah sebesar-tua-ini, orang tuaku tidak lagi berambut hitam legam dan segar seperti dulu. Kehidupan yang dulu begini, sekarang sudah jadi begitu. Bisakah sejenak aku memperlambat waktu? Atau kalau aku boleh menjadi sedikit lebih tamak, aku ingin menghentikan waktu. Aku ingin tetap seperti ini saja. Tidak ada yang pergi, tidak ada yang sakit, tidak ada yang bertambah tua, menjadi seperti ini saja, dengan keadaan yang baik. Kalau boleh.... Tapi sayang, itu tidak pernah bisa, tidak pernah mungkin, dan tidak akan boleh. Maka aku berbenah diri, menata diri untuk waktu yang akan datang menempa, untuk segala jalan yang akan segera aku tapak, untuk segala kemungkinan yang tidak pernah terbayang, untuk segala resiko yang harus terambil, untuk siapa? Bukan untuk siapa-siapa, untuk aku, orang tua, keluarga, hidup, dan Yang Menghidupkan.
6 Jun 2012
友人
Hidup ini ga pernah sama. Selalu berubah. Iya, aku tau. Begitu pun aku. Aku berubah-ubah seperti air yang akan menyesuaikan tempatnya. Begitupun kamu. Juga perasaanmu. Kadang kamu bisa saja begitu nyaman berada disampingku. Tapi kadang kamu juga bisa begitu benci padaku. Iya, aku tau. Begitupun aku. Mesti hati kita dikuatkan oleh ikatan semacam apapun. Perasaan itu tidak akan pernah terlepas dari kita. Manusia. Hai, aku manusia yang selalu ingin berubah. Hai, aku orang yang kau tau keras kepala dan selalu ingin menang sendiri. Aku tidak pernah meminta untuk selalu dimengerti. Aku juga bukan orang yang selalu mengerti, kok. So? Mari kita tetap seperti ini, menjadi sahabat yang biasa saja, menjadi sahabat yang mengerti kekurangan dan kelebihan, dan tetap nyaman dengan apa adanya kita. Pinky promise dulu :")
23 Apr 2012
For everyone
Seakan ada tabir di setiap sisi dirinya
Dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri
Seperti menghalangi untuk kemudian mendekat
Tabir itu diperkuat dengan pintu kokoh yang selalu berbunyi saat dibuka
Membuat kami saling tau satu sama lain, bahwa kedekatan itu tak lagi sama
Kalau hati ini dikuatkan karena cinta sesama saudara, karena-Nya
semoga walau raga kita menjauh, tapi hati kita selalu bertaut.
21 Apr 2012
#quote from Partikel
"Being strong doesn't mean you know everything. Doesn't mean you can't broke. Your strength is on your ability to get back up after collapse million times. Don't ever think you'll end up being where and when. Nobody knows. Your strength is simply your will to go on."
14 Apr 2012
My head's arguement
Isi kepalaku sebenernya nentang pada suatu masalah. Tapi ga pernah cukup penuh untuk tertumpah. Bahkan untuk sekedar menuliskannya disini. I have told you before, I'm not concerned with politics. Dan emang otakku ga pernah cukup untuk menampung pertanyaan-pertanyaanku sendiri, dan pendapat-pendapatku sendiri teantang kesenjangan cara berpikir di negeri ini. Kadang cuma bisa senyum sinis sama hal-hal kecil. This is my own head arguement:
"Katanya agen perubahan, belanja aja masih pake plastik. Dan ngetawain temennya pas belanja bawa tas sendiri." -Sambil mikir ini, sambil ngerapihin tas-tas belanjaan.
"Katanya agen perubahan, aksi kok ngerusak sarana prasarana umum yang ga berdosa dan ga ada hubungannya sama yang di demoin." -Sambil mikir ini, sambil liat berita di TV.
"Katanya agen perubahan, katanya peduli, Earth Hour lupa tanggal, liat lampu siang-siang masih nyala keukeuh mikir "bukan urusan gue ini"."
"Katanya agen perubahan, ga bisa berpendapat, bisanya cuma diem, nulis diem-diem di notes HP atau nulis di blogger." -Itu buat saya sendiri sob, no offence :)
13 Mar 2012
22 Feb 2012
Obliviate!
We all always have choices, rights, and also opinions. But I am not that free, I am not that flexible. I always wish I was just a "normal" person. I wish I am. I know, I should have to face all what I have started. I should have to be brave, like Harry against Voldermort, be strong like Hermione have to do "Obliviate" to her parents, and like everyone else. Even though sometimes I feel like "How lucky people are, they can do this and that". But for me, do this and that is never be so easy. Thousands eyes are watching and ready to blame me for everything. After all, I have to face it. Until the very end...
13 Feb 2012
29 Jan 2012
29 Dec 2011
Beberapa hari yang lalu, liat seorang kakek mengayuh sepeda dengan peluh menetes di dahi dan lehernya. Melihat seorang ibu tua menggendong bakul menjajakan dagangannya, wajahnya kelihatan sangat lelah. Tiba-tiba saja teringat rumah. Tiba-tiba saja teringat bapak dan ibu. Kalau ingat apa yang sudah aku lakukan sampai aku sebesar ini, ah, aku belum melakukan kebaikan apapun yang bisa membanggakan mereka. Sedangkan mereka sudah menua. Aku tidak ingin nanti saat tua, bapak dan ibuku masih harus bekerja keras untuk menghidupi diri mereka. Ya Allah, jangan sampai, aku ingin memuliakan mereka...
Kemaren melihat fotocopian ijizah kuliah bapak. Hmm jadi ingat sebentar lagi mau ujian akhir semester gasal. Doakan ya, semoga lancar, semoga diberikan kemudahan dalam mengerti materi ujian dan diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal ujian. Selamat ujian juga bagi yang akan ujian, semoga sukses. Semangat~!! ^^
28 Dec 2011
Pelajaran yang bisa diambil hari ini: "Jangan mengharapkan kebaikan yang sama besar seperti apa yang kita berikan pada orang lain, jika kita mengharapkan kebaikan kita dibalas sebesar kebaikan yang kita berikan, yang kita dapat ya hanya itu. Serahkan segalanya pada-Nya, biarkan dia yang membalas, sekecil atau sebesar apapun itu."
Pelajaran kedua: "Jangan pernah merasa cukup "besar" menjadi dirimu sekarang, sebesar apapun dirimu, kamu masih perlu orang lain, terutama kamu masih perlu orang tua. Seandainya kau tau seberapa besar mereka berkorban untukmu, yakin, pasti tidak akan pernah kau sampai hati mengecewakan mereka"
14 Dec 2011
Got it ;)
"Ngeluh itu hal yang wajar, tapi jangan sampai terlalu berlebihan. Bisa jadi apa yang sebenarnya tidak baik bagi kita, justru banyak mengandung hikmah jika kita telusuri lebih dalam."
Hmm lumayan mengena kata-kata itu, mengingat akhir-akhir ini banyak hal kecil yang aku keluhkan. Mulai dari hujan yang sebenarnya adalah rahmat Allah dan banyak hal baik dari hujan tersebut; sampai pada hal ini dan itu. Astagfirullah, betapa aku ini kufur akan nikmatmu dan kurang dalam berkhusnudzan kepada-Mu, Ya Rabb...
Subscribe to:
Posts (Atom)





















