Showing posts with label just saying. Show all posts
Showing posts with label just saying. Show all posts

25 Jan 2013

Hari ke-19: Laut = Hati

"Jumlah sungai di dunia ini bukan main banyaknya, tapi, mengapa laut tidak pernah banjir? Laut tidak pernah penuh?", tanyanya.

"Karena laut tempat kembalinya semua air, dan laut juga tempat air menguap menjadi awan, menjadi hujan, Mas", jawabku.

Seperti hati. Laut adalah tempat segalanya kembali. Air bisa datang dari mana saja. Tapi pasti akan kembali ke laut. Laut tidak akan lupa berbagi. Pada alam, pada langit, pada tanah, pada gunung yang jaraknya terbentang. Dia akan berbagi. Dia tidak meminta. Dia hanya menampung dan menjadikan alam tetap terjaga. Seperti hati, yang tidak akan tahan sendiri. Dia juga ingin berbagi. Kepada sesama hati yang layak untuknya memberi. Dan hati tidak pernah memilih, tapi dipilih. Tidak berbatas pada angka, lebih luas daripada semesta.

3 Jan 2013

Hari ke-3: Yang Sudah Berbeda

Can we call it Soulmate, then?
Saat aku duduk diam karena ingin menjauh sebentar.
Saat aku bertindak berbeda dan kau tetap sama.
Kau pun ikut diam. Mengacuhkan.
Can we call it Soulmate, then?

Tidak selalu harus mengerti.
Karena aku pun tidak selalu bisa mengerti.
Tidak selalu harus dekat.
Karena lem pun pasti pernah tidak merekat.
Tidak harus selalu bercerita riuh.
Cukup tersenyum dan saling tau.
Bahwa kamu masih dihatiku. Selalu.

Masih ingat saat kita menertawakan hal yang untuk orang lain tidak lucu?
Aku masih ingat, tapi aku tidak rindu.
Masih ingat saat kita bahkan tidak memikirkan diri sendiri, tapi lebih memikirkan kita?
Masih sangat lekat, tapi aku tidak rindu.
Kita sudah bisa berjalan tanpa berpegangan.
Sudah bukan lagi penguat saat kita merunduk-runduk dalam kesakitan.
Sudah bukan lagi tempat meneduh saat hatimu hujan.
Kita sudah tidak lagi sama.
Dan aku berulang melontarkan, aku tidak rindu.

Memang kalau tidak rindu, itu berarti aku membencimu?
Memang kalau tidak rindu, itu berarti aku sama sekali melupakanmu?
Memang kalau tidak rindu, itu akan berarti apa buatmu?
Aku rindu. Dan kau tidak perlu tau.
Karena rinduku akan begitu saja menguap ke langit.
Menjadi awan. Turun ke bumi bersama hujan.
Membasahimu. Dan meresap ke tanah.
Mengalir pulang. Ke laut.

"Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, mengalahkan sinar mentari."
J

6 Nov 2012

春空

Aku belajar banyak hal dari kamu. Dari tingkahmu yang manja. Dari kamu yang sangat sabar ngerti gimana keadaanku, juga keadaanmu. Dari sikapmu yang gampang marah. Dari sikapmu yang selalu menunjukkan hal berbeda saat kamu marah. Dari sikapmu yang sangat ingin aku tersenyum. Dari sikapmu yang susah cerita. Dari sikapmu yang selalu manis saat minta maaf, katamu aku sabar ngadepin kamu. Kita ternyata sama. Kurang lebih.

Kadang aku iri sama yang lain. Manis. Bercanda, tersenyum, berkelakar, cerita ini itu. Aku juga mau. Tapi barusan aku sadar. Kita lebih manis. Kita adalah cokelat terbaik di seluruh dunia. Rasanya manis, kadang pahit, tapi saat habis, ingin makan lagi. Begitulah kita. Makasih ya, udah selalu ada buat aku.

大好きでいてくれて、ありがとう。


11 Jul 2012

My way?

Aku selalu punya cara sendiri. Dalam melihat. Dalam mendengar. Dan bicara. Walaupun setiap cara yang aku miliki tidak sama dengan yang lain. Mereka bilang aku aneh. Mereka bilang aku tidak seharusnya begitu. Mereka bilang aku sudah terkontaminasi. Ya. Itu kata mereka. Itu hanya perkataan mereka. Manusia biasa. Yang sama-sama tidak pernah punya cara terbaik dalam memandang, mendengar, dan bicara. Aku tidak mengatakan aku yang paling benar. Aku hanya mengatakan bahwa aku ingin memandang segala hal dengan cara yang berbeda. Dengan cara pandang seluas-luasnya. Dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan tidak Dari segala sudut yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Keluar dari kata kolot yang selama ini melekat. Merentangkan sayap ke segala penjuru sel otak. Jangan memaksakan apa yang tidak seharusnya melekat.

14 Apr 2012

My head's arguement

Isi kepalaku sebenernya nentang pada suatu masalah. Tapi ga pernah cukup penuh untuk tertumpah. Bahkan untuk sekedar menuliskannya disini. I have told you before, I'm not concerned with politics. Dan emang otakku ga pernah cukup untuk menampung pertanyaan-pertanyaanku sendiri, dan pendapat-pendapatku sendiri teantang kesenjangan cara berpikir di negeri ini. Kadang cuma bisa senyum sinis sama hal-hal kecil. This is my own head arguement:
"Katanya agen perubahan, belanja aja masih pake plastik. Dan ngetawain temennya pas belanja bawa tas sendiri." -Sambil mikir ini, sambil ngerapihin tas-tas belanjaan.
"Katanya agen perubahan, aksi kok ngerusak sarana prasarana umum yang ga berdosa dan ga ada hubungannya sama yang di demoin." -Sambil mikir ini, sambil liat berita di TV.
"Katanya agen perubahan, katanya peduli, Earth Hour lupa tanggal, liat lampu siang-siang masih nyala keukeuh mikir "bukan urusan gue ini"."
"Katanya agen perubahan, ga bisa berpendapat, bisanya cuma diem, nulis diem-diem di notes HP atau nulis di blogger." -Itu buat saya sendiri sob, no offence :)

6 Mar 2012

I think I'm tired

Ga selamanya kok kita itu sekuat apa yang orang bilang, ga selamanya juga kita itu menikmati apa yang ada sekarang. Mungkin justru dengan kita tidak menikmati apa yang ada, kita jadi merasa kita itu ga beneran "hidup". Sekarang mungkin aku merasa lelah. Yah, lelah dalam arti sebenarnya. Lelah dengan cara berpikir yang menurutku udah ga sama seperti yang sebelumnya. Mungkin aku yang berubah, ya, memang aku berubah. Aku yang berubah, aku yang bergeser. Mungkin menurut mereka "I'm not on the right track, baby". Tapi menurutku, yaaa memang sebenernya berpikir itu harus "out of the box". Itulah kenapa kita dibilang "stuck" dan "tertinggal". Don't judge me for what I write, I'm just saying :)

"Not all those who wander are lost." --- "You are not always as great as you think you are. Nor I am."

27 Feb 2012

#quotes

I can't choose between my right hand or my left hand. And I can't deny my left eyes for my right eyes. Why people worried about such things and never respect about others? Don't ask me to choose, because I'm not in option to choose. I love two things that can't really be separated. Because, yeah, don't force the other to be what you want to be. Even God never imposes His will :) - Marcell