Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

31 May 2014

Time goes on :)

こんばんは!


This week have already passed.
A lot of happy feeling.
おつかれさまです。


But, the struggle is not over.
Should fight harder!
がんばりましょ!


I've been listening to L'Arc-en-Ciel a lot.
You can check my Last.fm what track I've played.
For today, I've been listening to "Time goes on"!
Don't know why, but, I think the meaning suit my feeling.
これは大好きですよ!
Please listen to it too.
I'll post the lyric translation too~




-------------------------------------------


"TIME GOES ON"

Can you hear that noise yet?
Now, as it is, I want to stop time
Wrapped up in those soft days, everything is so radiant

Even though I should've known from the start
Only those incoherent words resound, in vain

Yet as I still sleep, I want to keep dreaming this dream
The withered leaves dancing in the wind, pile up within my heart

You never disappear, but I won't hold you back
From now on, from this place, everything is going to change

Surely, that one light is overflowing still, up ahead on the path you choose
If it's for you, I can keep walking as I play the clown
Just don't take away that smile

Even though I should've known from the start
Because my disorientation closed off the season
It is I who was dreaming
Everything is like a white foam, floating away into the air



+++++++++++++++++++おまけ+++++++++++++++++++


New collection to My One Piece collection.
Ace, Shanks, and Mihawk-sama
Banpresto plush doll
かわいい!!!

Doing selfie with these 3 babes
They won't stop moving, LOL




See you in my next post~

23 Oct 2013

Forgive

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.” - Tere Liye

28 Sept 2013

Nyanyi sambil curcol

Aku ingin berjalan bersamamu
dalam hujan dan malam gelap...

Aku ingin berdua denganmu
diantara daun gugur...
Aku... ingin berdua denganmu...

Walaupun aku ingin dan kamu tidak terlalu peduli

Aku menunggu dengan sabar
diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin, menantikan tubuh itu...

Aku ingin berdua denganmu
diantara daun gugur
Aku... ingin berdua denganmu...

Aku ingin berdua denganmu
diantara daun gugur...
Aku... ingin berdua denganmu...

Kangen. Tidak bisa melihatmu.
Payung Teduh - Resah
1.29 AM / Sept 28, 2013

21 Sept 2013

Kita sama-sama sudah memilih di masa yang lalu. Tetapi pada akhirnya, kamu memilih pergi dan saya teguh. Saya tidak meneteskan setetes-pun air mata--kalau kamu ingin tahu betapa saya tegar--atas keputusanmu. Saya kuat. Malam ini saya membaca lagi pesan perpisahanmu, dan saat selesai membacanya, saya menangis seseunggukan. Tidak, bukan karena menangisi kamu, tapi menangisi betapa bodoh dan tidak pekanya saya saat itu. Saya sudah melepaskan, dan memutuskan untuk tidak lagi berharap. Take care... :)

9 Sept 2013

Penggemar

Hilang sudah satu penggemar setiaku. Yang dulu selalu tahu isi blog-ku dan membaca setiap perasaanku, yang dulu selalu ingin tahu bagaimana hariku berjalan; kini sudah hilang. Mungkin menengok saja tidak sempat, terpikirkan tentang aku saja jarang. Oh beginikah waktu menuakan ingatan? Atau mungkin bisa aku lebih menekankan; beginikah waktu mematikan hati yang dulu berbunga-bunga menjadi keriput tak berwarna...?

Untuk setiap detik waktu yang tidak berhenti bergulir, untuk setiap tawa dan bahagia yang selalu ingin terulang bersama, untuk segala perjalanan yang mendewasakan kita, untuk setiap air mata yang tak henti menetes saat merindui, untuk setiap dekapan yang tidak pernah sampai saat dibutuhkan, untuk setiap keacuhan yang kadang menyakitkan, terima kasih banyak. Kau dan waktu mengajarkanku banyak hal meski tanpa kupinta. Selamat mengulang tahun yang pertama.







Ah, kamu pasti tidak ingat :)

5 Aug 2013

Sungai yang Kembali Mengalir

Ternyata kalau mau menunggu sedikit lama, yang ditunggupun akan datang.
Dia mendengar bisikan-bisikan alam yang menuntunnya untuk datang mendekat.
Oh seandainya engkau tidak menunggu sedikit lebih lama;
seandainya kau tidak duduk dan berdoa agar semesta menuntun yang engkau tunggu;
kau akan melewatkan satu kesempatan menyambutnya kembali.


Terima kasih untuk selalu kembali dan mengalirkan lagi air yang sempat kering :)

2 Jul 2013

Kucari Kamu


Untuk yang selalu kucari, untuk yang selalu kunanti.
Dari yang selalu mencari, dari yang selalu menunggu
Dalam setiap keraguan yang kadang tak terbatas
Dalam setiap rindu yang berujung luka
Dalam setiap tapak kaki yang tidak ingin berhenti
Dalam setiap detak yang tak pernah berhenti memanggil
...namamu :-)
Dalam setiap hembusan nafas
Dalam setiap bibir yang menyungging senyum
Maupun dalam setiap tangis
...yang tidak butuh alasan untuk menetes :-)

Dulu dan sekarang yang berbeda
Namun...
Semoga sungai kasih tetap mengalir
...deras :-)
Dan tidak pernah kering
Atau tidak pernah surut
Atau tidak pernah berhenti
...mengalirkan kasih-kasih yang dalam
...mengalirkan sejuta harap yang berbalas.


di Juli 2, 2013 / 5.08 PM.
Bersama sepoi angin dan mendungnya langit.
Payung Teduh - Kucari Kamu

18 Jun 2013

Stay

Kira-kira sudah berapa lama kita tidak bertemu? Sudah terhitung jutaan, bahkan milyaran detik berlalu.
Waktu masih bisa terhitung, tetapi bukankah rindu tidak pernah bisa dikalkulasi bahkan oleh hati sendiri?

Hari ini aku belajar satu hal dari orang lain, saat aku mulai terdiam dan mendengarkan, "Rindu yang menggebu adalah saat kita sama sekali tidak berkomunikasi tetapi saling mendoakan satu sama lain."

Ada ribuan waktu dimana aku ingin menyerah dalam keadaan. Melihat orang lain bahagia, sedangkan aku sedang dilanda kalut yang diriku sendiri tidak mengerti akannya. Tetapi selalu ada yang menguatkan, selalu ada yang memberiku pengertian, bahwa semua baik-baik saja, bahwa kitapun bahagia. Dengan cara yang tidak terduga. Dan Tuhan selalu punya cara...

"Bukankah harusnya engkau bisa bersyukur? Kalian bisa saling bersua sesering yang kalian mau. Tidak ada alasan untukmu bersedih hanya karena tidak mendengar kabarnya beberapa menit. Sedangkan kami harus bersabar, saling menahan rindu dan hati, serta menunggu waktu," kata hatiku untuk seorang teman.

"I love you. I love you. I love you," kata hatiku untukmu.

Hermione mengajarkanku bahwa, "Tears don't mean we're losing." :-)

Setiap waktu, kita diajarkan untuk selalu mengerti, bukan hanya ingin dimengerti. Bersyukur, bukan selalu menuntut. Good thing worth the wait. Thank you life...

Love always,
Eltra.

9 May 2013

Mau...ku

Mau juga bisa lupa kalo lagi disibukkan dengan hal lain. Sayangnya setiap aku berhenti sedetik, ingatan tentangmu selalu ada...
Mau juga tiba-tiba hilang, tertidur dibuai lelah dan lelap. Sayangnya setiap akan tidur, kamu lah orang terakhir yang aku pikirkan...
Mau juga ditunggu berjam-jam, dari terbit mentari hingga petang hari. Sayangnya aku tidak bisa membiarkan orang lain menungguku...
Ini adalah mau-mauku yang aku rangkai karena memang ingin jadi diposisimu.
Mau sang Etra si pengendali petir dan hujan yang sedang dilanda cinta menunggu sang Mpret.
Dan sayangnya, kau tidak pernah tau mau hatiku.

17 Mar 2013

Perasaan

"Kalo bisa bohong, aku ingin tidak memerdulikan hatiku yang sedikit demi sedikit terkoyak. Tidak, bukan kamu yang mengoyak. Aku yang mengoyaknya sendiri, kok," wajahnya tersenyum tapi aku tau hatinya sedang terluka dan berdarah begitu hebat. Entah dia sedang tegar atau memang tidak ada pilihan selain tegar. Aku tidak tau dan tidak ingin tau bagaimana perasaannya. Dia mulai menangis, seperti biasanya. Membawa masalah-masalah kecil dalam tangisan yang entah kenapa membuat dadaku sedang dan tak kunjung hujan hatinya reda.

"Bisa ga kamu gausah nangis kalau ada masalah?" tanyaku, tidak tahan.

Dia tiba-tiba terdiam dan tersenyum kearah langit. Senyum yang terluka. Aku melukainya lagi. Orang yang begitu kucintai. Aku yang seharusnya menjadi orang pertama yang dia datangi untuk menjadi penenang, sekarang adalah pengacau nomor satu hatinya. Aku sadar, tapi aku tidak bisa tidak mengulang kesalahan. Baik, aku sekarang sedang memposisikan diriku sebagai orang paling bodoh yang pernah dia kenal.

"Gimana ya rasanya ditinggal pergi orang yang kita sayang? Orang yang udah bertahun-tahun bareng, orang yang selalu ada saat kita sedih, saat kita seneng, orang yang mungkin ga selalu bisa ada saat kita butuh, tapi dia sangat penting buat kita. Ga cukup ditinggal sehari-dua hari, tapi ditinggal pergi, jauuuuuuuh....banget, sampai kita gabisa ketemu lagi," dia tiba-tiba menggumam sendiri. Tapi telingaku menangkap dengan jelas setiap kata yang dia ucapkan. Jelas, sangat jelas. Aku tidak ingin menjawab. Aku tidak ingin membayangkan. Karena aku tidak ingin hal itu ada.

"Mungkin bakalan sakit banget. Mungkin abis dia pergi, kita jadi inget hal-hal buruk apa aja yang pernah kita lakuin ke dia, hal-hal nyenengin yang pernah kita lewatin bareng dia, semua kenangan muncul, dan rasa sakit karena ditinggalkan akan semakin menusuk. Aku udah sering liat orang-orang sekitarku kehilangan, dan dengan melihat mereka saja aku tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya. Pengen rasanya aku minta sama Tuhan sebuah penangguhan untuk tidak mengambil orang yang aku sayang, karena aku mungkin tidak akan tahan bagaimana sakitnya. Aku tidak ingin kehilangan. Cuma itu. Hehe," kembali dia melanjutkan monolognya dengan udara yang semakin sesak menghimpit dadaku. Sudah cukup. Aku juga tidak mau kehilangan. Cukup bicara hal yang tidak aku suka. Bisa?

"Aku pulang ya, Ram. Maaf ya udah ngerepotin disini. Aku lupa kalau kamu juga punya masalah, bukan cuma aku. Aku aja yang ga pernah mikirin kamu. Baik-baik ya. I love you, Love," katanya tiba-tiba. Aku menahannya, menariknya kearahku, memeluknya. Berharap dia tau kalau dia tidak pernah sekalipun merepotkanku atau menggangguku. Aku yang sering tidak mengertinya.

"Kenapa?" tanyanya.
"Maaf... Buat semuanya. Maafin aku ya,"
"Gapapa, kamu ga salah kok."
"Aku sayang kamu, Ra."
"Iya..."

15 Feb 2013

The Sky is Crying and My Head Full of Noise

Dear friend,

It happens again. I blame myself for something I don't know who has to be blamed. It start when I feel alone and I feel really want someone to talk to but there is no one. I go back to my room and start to read book and get bored and go to the living room to watch TV. But then I get bored because the commercials seem like never stop to be played like three times in a row. Then I sit in front of my laptop and start to browse the new book I want to buy and waiting for the respons. And I better not waiting any longer because I got the mail on the next morning. And I go back to my room and read book again for the second time. And I start to listen some noises on my head and it was really disturb me a lot. And I start to missing you here but you can't be here where I am right now. I kill it with listen to mixtape which titled "The Sky is Crying and My Head  Full of Noise," and I enjoy it so much until I fall asleep like a baby. I dreamed about you, and Stephen, and you again, and then I wake up and still wish you were here to accompany me. Or just laying there playing your favorite game and just ignoring me and all my stories. But then I realize it won't ever happen and I promise I will doing well after this, I hope you so.
Love always,
Tara.

I feel infinite

Dear friend,

Me and Rama recently often call each other. I guess he is busy with his stuff at college. And I can understand it. I do understand it. All I can feel is, I am fine. So much better than before. And my heart doesn't hurt anymore. And I don't feel any pain that usually break my heart. I can keep it. And I am doing well. And my heart starts to feel nothing. I wonder whether it's good or bad, is that a good news or even a bad news? I don't know. I'm fine but I think it's not good.

Love always,
Tara

25 Jan 2013

Hari ke-25: Soul Mate

"A soul mate is a, well it’s like a best friend, but more. It’s the one person in the whole world that knows you better than you know yourself. It’s someone who makes you a better person. Well, actually, they don’t make you a better person. You do that yourself, because they inspire you. A soul mate is someone who you carry with you forever. It is the one person who knew you but yet, still accepted you & believed in you, before anyone else did, or when no one else would. And no matter what happens, you’ll always love them."

Aku membaca pesanmu dengan perasaan yang membuncah hebat. Sebentar lagi kita bertemu. Sekian bulan, sekian minggu, sekian hari telah terlampaui, tanpa seharipun kita lupa menyapa satu sama lain. Meski tak menatapmu langsung, itu lebih dari cukup. Meskipun ada waktu saat kita tidak sehangat biasanya. Katamu kita ini lebih dari sahabat, bahkan saat kita sudah bersama, kau bilang perasaan kita ini lebih dari kekasih. Lalu kita bingung menyebutnya apa. Kita terdiam lama. Memandang satu sama lain. Tersenyum dan tau pikiran satu sama lain. Kita menyebut kita: soul mate.

Mate, I love you. Always.

Hari ke-24: The One who knows better

One day I ask to God, I ask him to sends one of his cupid to accompany me all the night.
so I will never feel lonely in the darkness.
will shining me when the moon decided to stop gives her smile.
will make me smile when the stars stop to wink at me.
and will make me warm when the wind blowing so hard..

when I'm being completely alone would you please send me someone who really knows my heart?
because sometimes I feel so lonely though my friends stay around me.

they laugh with me, they cry in my shoulders.
but they never know what truly happened with me, in the deepest of my heart..
oh God, I know you know me better.
I know you always with me, I know you will never forget about me.
because I do the same..

Hari ke-22: I'm scared and afraid walking in the dark, let me catch the light

Dear my beloved father..
Hello father, how are you? Although I meet you everyday but I don't know your heart conditions. You just said that you are okay but I know you have big problems and I won't you think about everything too hard.. I'm sorry, I'm so sorry. I always made you sad, disappoint or anything. You know, that everything that I've done I do the best that I can. But sometimes I have no chance to catch the successful. But now, I realize, my whole life I'll do everything to make you and momma happy. I wanna make you smile and I wanna make you proud of me..

Love Dinar :)

Hari ke-21: Mencintai Secara Sederhana

Aku mencintaimu secara sederhana
Tanpa rumus, hanya meluncur begitu saja
Aku mencintaimu secara sederhana
Memaknai semua sebagai kebetulan yang begitu indah
Aku mencintamu secara sederhana
Hanya mencintaimu
Kau tau artinya?
Cintaku sederhana
Tidak rumit
Tidak berbelit
Sesederhana sebuah kata yang terucap tanpa berfikir
Sesederhana cahaya matahari yang terus bersinar
walau bumi tak berharap disinari
Sesederhana air yang terus mengalir...

Hari ke-19: Laut = Hati

"Jumlah sungai di dunia ini bukan main banyaknya, tapi, mengapa laut tidak pernah banjir? Laut tidak pernah penuh?", tanyanya.

"Karena laut tempat kembalinya semua air, dan laut juga tempat air menguap menjadi awan, menjadi hujan, Mas", jawabku.

Seperti hati. Laut adalah tempat segalanya kembali. Air bisa datang dari mana saja. Tapi pasti akan kembali ke laut. Laut tidak akan lupa berbagi. Pada alam, pada langit, pada tanah, pada gunung yang jaraknya terbentang. Dia akan berbagi. Dia tidak meminta. Dia hanya menampung dan menjadikan alam tetap terjaga. Seperti hati, yang tidak akan tahan sendiri. Dia juga ingin berbagi. Kepada sesama hati yang layak untuknya memberi. Dan hati tidak pernah memilih, tapi dipilih. Tidak berbatas pada angka, lebih luas daripada semesta.

20 Jan 2013

Hari ke-18: Lagi

Dear Bintang, aku iri lagi. Untuk kesekian kali. Pada sepasang burung yang terbang begitu indah. Mengepakkan sayap bersamaan. Berlarian diantara angin yang ingin memisahkan. Aku iri lagi. Untuk kesekian kali. Pada bulan yang setia mengiringi bumi. Menjadi satelitnya dan tidak ingin lebih. Aku iri lagi. Untuk kesekian kali. Pada dua sosok pemuda pemudi diujung sana. Duduk berdua sambil bercanda. Es krim-es krim yang mereka bawa sesekali diliriknya, tapi tidak pernah menurunkan niat mereka untuk mendengarkan celoteh satu sama lain. Senyum mereka berkata bahwa mereka jatuh cinta lagi, untuk kesekian kali, dan tidak pernah tidak terjadi. Aku iri lagi. Untuk kesekian kali. Aku ingin aku bisa mengerti. Aku ingin aku bisa menanti. Aku ingin aku bisa berbicara bahkan saat aku diam. Aku ingin aku selalu ada bahkan saat ketiadaan adalah pilihan utama. Aku ingin sesuatu yang pasti, bahkan saat ketidakpastian adalah jawaban segala tanya. Aku ingin dianggap ada bukan sekedar untuk melengkapi, bukan sekedar sebagai remah roti, bukan sekedar sebagai boneka yang dibuang saat kebosanan merajai. Aku ingin aku bahkan tidak punya jarum, paku, peniti, atau apapun yang membuat hati, jantung, dada, atau perasaan yang menusuk-nusuk tepat disini. Boleh?

Pandanganku memburam. "Begini ya caranya menangis?"
Bisikku.

19 Jan 2013

Hari ke-17: Sendirian Sekarang

Aku bergidik menahan dingin. Menghembuskan nafas yang bisa kuihat menguap didepan mataku. Menggesek-gesekkan tangan yang sudah terbalut sarung tangan tebal. Mendekap sendiri tubuh yang sudah terbalut jaket hingga membuatku menggembung sebulat bola salju yang digulung. Satu-satunya yang menemaniku adalah angin yang selalu berhasil menusuk sampai ke tulang.

Aku merasakannya ada disana. Berdiri di sampingku. Sambil memandang lurus ke depan. Sambil sesekali tersenyum, entah pada apa. Dia hanya memakai jaket tipis dan tidak memakai baju hangat. Apa dia tidak kedinginan, pikirku. Aku menghampirinya, ingin mendekap. Tapi saat ingin kudekap, bayangannya hilang dan berpindah ke sisi yang lainnya.

Aku tersenyum menahan rindu. Rasanya ada sepuluh ribu paku yang menancap tepat di jantungku. Memaksanya untuk tetap berdetak dengan segala perih dan darah yang setiap detik bertambah hebat. Tara sesekali hilang, membiarkanku menangis sendirian. Membiarkanku mencarinya dalam sebuah kenangan. Mungkin dia tau seharusnya aku tidak lagi mengharapkannya ada sekarang.

Dua bulan. Dia sudah benar-benar hilang. Hanya ada dia yang tersenyum sambil berkata, "Baik-baik ya. Jangan lupa makan" seperti biasanya dia mengingatkan. "Tara, kau sudah tenang ya, Sayang?", bisikku.

17 Jan 2013

Hari ke-16: 5 (Lima)

1
Aku diam mendengarkan suara hening diujung bumi sebelah sana. Dia membisu dan ikut-ikutan mendengarkan aku yang diam diujung bumi sebelah sini. Kami diam. Ingin diam karena tidak tau apa yang sedang kami diamkan.

2
Kali ini kamu sudah bisa bicara. Sekedar kata "iya", "tidak", dan "hmm" yang menggantung melalui udara. Aku yang tidak pandai bicara ini hanya membalasnya dengan memanggil namamu berulang kali dengan suara yang lirih. Sebentar lagi pecah. Dari sini aku tau. Semesta, dia sedang marah.

3
Sudah bukan lagi "iya", "tidak", dan "hmm" yang terus kau jejalkan di telingaku. Kini kita sudah mulai membuka tabir-tabir ego yang sedari tadi membungkus erat. Marah, kecewa, cemas, cemburu; hati, yang sedari tadi kau sembunyikan sekarang sudah ku genggam. "Maafin aku ya", katamu.

4
Kita resmi menangis berbarengan. Tangis yang aku tau tidak menyakitkan. Tangis tidak ingin kehilangan. Tangis karena kita merasa kita sama-sama bodoh untuk saling berbohong tentang perasaan. Kita ini berbeda tubuh, tetapi satu jiwa. Aku merasa apa yang kau rasa, begitu juga sebaliknya.

5
Memaafkan, berbagi rasa, kembali menjadi aku dan kamu yang selama ini bergumul menjadi kita. Mengobrol seharian. Bercanda sampai tidak ada bahan. Jenuh karena kamu bilang, hanya kamu yang berbicara terus-terusan. Tapi tidak pernah ingin mengakhiri pembicaraan. Itu kita; aku dan kamu yang selama ini berproses menjadi kita.

If there is no you;
my universe will never be the same.