Showing posts with label nothing to do. Show all posts
Showing posts with label nothing to do. Show all posts

20 Apr 2015

Lemongrass Tea, favorite!


Selamat pagi, siang, malam~
Diwaktu apapun tetep harus semangat!!!
Lemongrass tea dari @selamatpagi_
untuk merefresh hari-harimu ahaha
ini bukan iklan, soalnya emang sukak bangeedddsss :)

9 May 2014

サンジくんの横に立ってしたいと思います。

こんばんは!

Actually don't know what to write XD
But since I really miss Sanji-kun lately, I will post what I made these few days then!

This is my new collection of him. Actually I have mentioned it in my "January-February Haul" post but I haven't show you the pictures yet, so... It still kept in its box.



Hhhhh, too cool, I actually wanna do some photoshoots, but I won't open its box!!! I wanna keep him save because, you know that "he is all you're dreaming about and yatta you finally own him" feeling!!! I become too obsessive I guess, but who cares! Yeah no one! So don't bother! xD


And this is a nailart(?), oh come on, it can't be a nailart because it's some failure  XD
I made this because I don't have any idea what to do with my nails and suddenly my friend suggested me to write Sanji-kun's name, and tadaaaa~~~~ I wrote his name in Hiragana!!! Thanks friend!

So, this is my story or you can call it my weirdness for this week LOL. See you in my next post~

ディナール

22 Apr 2014

Dream job?

こんばんわ!
I don't know why I suddenly have an inspiration to write about my dream job. Please bear with my imagination, because it might be something you think that it's silly, childish, or even you will think that I have no spirit to struggle in this harsh world. Just, well, why so serious?!

My dream job:
1. I wish I could just read mangas or novels and get paid because of it.
I love reading, especially manga and novel. And when I read it, it seems like I have move to another world and I could travel to another places without have to worry about money or even my recent problem. I just think that why we have to worry so much about finding money and how to keep alive for worrying such thing. I just wondering why we can't do what we love to do and can keep our live from it?! Just that simple, as long as we are happy, is that even a problem?!

2. I wish I could watch animes or films and tell people about my reviews without have to write it down!

3. I wish I could travel around the world and stay where I want to, anytime and anywhere I want without have to worry about anything.

4. I wish I could collect all the collectibles of Doraemon, Sailormoon, Creamy Mami, and One Piece without have to spend any cent.

5. I wish I have a power to keep this world from falling apart and make it a better place.

That's my dream job. A dream is just a dream if I can't make it real. So I struggle now to make it real, even I know some of it might not ever be happen. But, who knows?! You never know what will happen. Tell me yours if you mind.

See you in my next post...


ディナール

3 Nov 2013

Dry Skin?

Hello! Long time no write, I miss writing, but since I am too lazy to write and besides I have nothing to write, soooo..... yeah haha :3
Lately, I get sooo annoyed with my face *sigh* I have dry and sensitive skin. I'm not using any makeup, but because I wanna look better, so I bought BB Cream from Etude House and try it right away without any moisturizer. And you know what happened? Yeaaahhh, my skin peeling and it makes me look so scary and uglier and anything you call it baaaddd uhhh :(
Then I told this case to my friend and got her advice to use moisturizer before I apply BB Cream (yaaay~ I think case closed!) So I wonder which moisturizer fit me well since I never use any moisturizer before (poor me...) Then my other friend told me to use Cussons Baby cream:


At first, it made my skin feel like burning (I mean it!) My friend told me maybe it won't work because we have different kind of skin from baby's skin, yeah yeah make sense :(
After that I use Baby Oil after I washed my face or whenever I feel my skin get dry and IT WORKS!


Recommended for dry skin, it safe and not burning my face. It makes your face look more oily and elastic. Oh it also can be used to clean your face ^^
How to use: Apply it on your face with a cotton, and swab with tissue to decrease much oil stuck on your face hihihi. Good luck!

28 Dec 2012

Nowhere | Now//here

"Long time no see, mate. Apa kabar? Apa kau baik disana? Sedang sibukkah meneduh dari serbuan air yang selalu turun deras di kotamu pada bulan-bulan seperti ini? Atau kau bahkan tidak perduli dengan mereka sehingga membiarkan tubuhmu basah oleh hujan yang bisa membuatmu terserang flu berat berhari-hari? Kamu tidak tahan dingin, aku tau itu. Lalu kenapa aku tanyakan ini pada orang yang tidak tahan dingin? Haha. Aku tidak tau harus menulis apa. Aku hanya rindu. Tapi kita tidak kunjung bertemu. Aku harap kau tidak lupa mantel tebalmu."

Dia menyelipkan note itu diantara buku yang selesai dibacanya. Mulai membungkus buku itu rapi, seperti kado yang tidak ingin kelihatan apa isinya. Menuliskan alamat seseorang dengan sangat hafal, bahkan memejam pun, aku rasa alamat itu tetap tertulis rapi di muka amplopnya. Tidak lupa dia menyelipkan berton-ton rasa rindu yang tidak akan pernah terbayangkan oleh Dimas, kekasih, bukan, orang yang yang selama ini dia cintai. Dalam diam.

"Aku harap, walalupun aku tidak menyertakan namaku, kamu akan tau siapa pengirimnya", dia berbisik.

Sudah selesai pekerjaannya hari ini. Merindui orang yang tidak akan pernah tau dirindukan. Sudah selesai pekerjaannya hari ini. Merindukan orang yang sama bahkan setiap jam. Kalo ada penghargaan tentang siapa yang paling lama bisa merindu, mungkin Ditta akan jadi salah satu nominator yang berjajar diatas panggung, dan aku bertaruh dia yang akan membawa tropi penghargaan itu sebagai Orang yang Paling Betah Merindu. Menunggu. Yang tidak akan pernah berujung.

"Dimas... Kamu disana baik-baik kan?", sekali lagi dia bertanya dalam bisik. Bertanya kepada angin.

oOo

Dimas sedang berteduh diantara berjubelnya manusia. Dia tidak ingin basah karena hujan yang selalu berhasil menjadikannya terkena flu berat. Bukan hanya dalam hitungan hari, tapi minggu. Ibunya sudah telpon hampir genap enam kali, khawatir Dimas nekat menerobos hujan dengan mantel seadanya. Dia tidak memakai mantel tebalnya. Anak ceroboh yang selalu minta diingatkan. Dia tidak tau ada orang yang selalu berharap bisa mengingatkannya agar tidak lupa memakai mantelnya. Tapi Dimas terlalu tidak ingin tau. Atau bahkan dia benar-benar tidak pernah tau orang itu ada.

Beberapa hari dari hari itu, ada sebuah pos untuknya. Berisi sebuah buku, karya Ditta Indriana. Dan didalamnya terdapat sebuah note bergambarkan seorang gadis kecil memeluk bantal berbentuk hati erat. Serta sebuah alamat email yang sama dengan penulis buku itu. Ditta Indriana. Ditta Indriana. Ditta Indriana. Kini bibir itu tidak berhenti merapal namanya seperti sebuah mantra yang akan membawa Ditta Indriana sekejap hadir dihadapannya.

"Ditta Indriana", ketiknya. Dan dengan segera email itu terkirim.
"Saya Ditta, who's there?", email berbalas.
"Dimas Farerean. Makasih bukunya, aku tidak ingat punya teman bernama Ditta Indriana. Boleh tau kamu siapa? Maaf aku lupa."
"Aku Ditta. Ditta Indriana."
"Ditta... Ditta... Ditta..."

oOo

Mereka kini berbincang. Mereka kini bertanya dalam hati masing-masing. Adakah nama mereka disitu. Padahal mereka selalu disitu. Tidak pernah sekalipun berpindah. Berbagi getaran yang sama. Berdetak dengan satu irama. Cinta. Love is here. Now. Here (heart).


"Love is real, real is love | Love is wanting to be loved
Love is you | You and me
Love is knowing | You can be..."

16 Jun 2012

Post title?


Kamu selalu bertanya. Kenapa aku begini dan kamu tidak.
Kamu selalu bertanya. Kenapa aku tidak melakukan ini sedangkan kamu iya.
Kamu selalu bertanya. Kenapa aku pergi kesana sedangkan aku kesini.
Kamu selalu bertanya. Kenapa aku berdoa dengan sujud sedangkan kamu berlutut.
Dan aku balik bertanya. Kapan kamu akan berhenti bertanya. Karena perbedaan memang ada.
Dan tidak untuk ditanyakan apalagi diperdebatkan.
Dan aku balik bertanya. Apa salahnya menjadi berbeda.
Berbeda itu hanya sesederhana aku adalah aku dan kamu adalah kamu.

13 Jun 2012

Angin selalu tau jalan pulang

"Apa sih yang kamu cari? Sekedar punggung bidang yang kelihatan hangat? Yang bisa memelukmu dan menghangatkan kesepianmu?"
"Kamu ga akan ngerti rasanya."
"Kalo kamu bilang aku ga ngerti, terus selama ini siapa yang selalu aku ngertiin? Kalo kamu bilang aku ga ngerti, terus sakit yang selama ini berdenyut setiap kali kamu nangis, itu apa?"

Anggunku terdiam lama setelah kuberondong pertanyaan. Entah berusaha memikirkan jawabannya atau karena memang tidak ingin bicara. Memberikan jawaban bisu yang menggaung ke udara.

"Kamu ga akan ngerti, Ram!"
"Apa yang aku ga ngerti? Kamu yang ga akan ngerti! Kamu itu kaya lagi di tengah laut. Ada air dimana-mana, tapi kamu ga mau sedikitpun mencicipi airnya. Aku selalu ada sama kamu, tapi kamu ga pernah mau sedikitpun ngerti sama perasaanku. Kamu memang selalu pengen dingertiin, Nggun. Kamu ga pernah mau ngerti orang lain. Ga pernah. Kamu selalu sibuk sama duniamu. Aku selalu ngejar masuk, tapi kamu lari terlalu kenceng dan aku gabisa ngejer lebih cepet. Aku sayang kamu. Dan kamu ga pernah tau itu."

Anggun menutup telinganya. Menenggelamkan kepalanya ke sudut terdalam. Mungkin akan mulai lagi drama seperti biasanya. Saat dia sudah tertunduk dalam. Aku akan reflek mendekat dan memeluk hangat kepalanya. Mendekatkan telinganya di dekat jantungku. Agar dia tau bukan hanya dia yang terluka. Tapi aku juga. Lebih dalam. Sudah terlalu busuk luka ini sampai sudah mati rasa.

oOo

"Sorry, Nggun. Perasaan itu ga pernah bisa dicegah. Perasaan itu datang sendirian. Ga ngetok pintu dulu. Ga pake salam. Tiba-tiba udah masuk. Kaya jamur. Tiba-tiba ada disitu dan tumbuh. Jangan nyalahin aku karena aku punya perasaan kaya gini. Aku juga ga pernah nyalahin kamu untuk punya perasaan yang sama. Meskipun perasaan itu bukan buat aku. Ada hal lain yang lebih indah. Kalo kamu bisa tau ini. Dan itu udah lebih dari cukup buat aku."

Aku cuma diam didekapan Rama. Membiarkan dia mengoceh sesukanya. Aku bahkan tidak terlalu peduli dia bicara apa. Yang aku tau, sekarang aku sedang berlindung di dada hangat seorang sahabatku. Dan aku belum mau beranjak dari sana. Aku ingin berlari dari dunia ini sebentar. Di dekapannya yang sudah selama 5 tahun selalu ada untuk kubanjiri air mata.

"Gapapa, Ram. Kaya apa yang kamu bilang. Perasaan itu ga pernah bisa minta atau nolak. Dia dateng sendiri kaya angin. Mungkin aku yang selama ini pake kacamata kuda. Ada secangkir anggur putih yang selalu nemenin aku, tapi aku malah nunggu air putih yang ga kunjung dateng. Kamu selalu bisa ngertiin aku. Kamu setiap saat ada buat aku. Makasih banget."
"Sahabat itu selalu memberikan yang terbaik. Dan cinta itu cuma bumbu lebih yang seharusnya ga ada."
"Ram, jangan berhenti suka aku ya."

Rama diam. Entah karena luka di hatinya semakin meradang atau karena dia tidak tau harus menjawab apa.

"Iya."

Jawaban singkat itu keluar dari bibirnya tanpa ada ekspresi khusus di mukanya. Datar. Lalu Rama mendekapku dan menangis. Rama. Sahabatku yang selama ini selalu tegar. Sahabatku yang selalu terlihat kuat. Ternyata dia juga masih manusia yang bisa terluka.

"Biarkan aku seperti ini dulu. Biarkan kamu seperti itu dulu. Dan biarkan kita seperti ini dulu. Setelah ini, kubiarkan alam yang akan membawa aku, kamu, dan kita kemana perginya. Itu masih rahasia yang aku tidak ingin menebak-nebak."
"Ram, yang jelas punggungmu adalah nomer wahid. Dan kamu selalu jadi orang terwahid disini."

Aku menunjuk dadaku. Ya. Tanpa aku sadari sebenarnya yang selama ini aku cari ada di Rama. Aku akan melepas kacamata kuda yang selama ini aku pakai. Aku akan melihat semuanya dari mataku sendiri sekarang. Tanpa terhalang. Aku, kamu, dan kita, membiarkan semua berjalan sesuai arah angin membawa kita. Angin yang akan membawa aku, kamu, kita, pulang ke tempat yang seharusnya.


6 Jun 2012

友人

Hidup ini ga pernah sama. Selalu berubah. Iya, aku tau. Begitu pun aku. Aku berubah-ubah seperti air yang akan menyesuaikan tempatnya. Begitupun kamu. Juga perasaanmu. Kadang kamu bisa saja begitu nyaman berada disampingku. Tapi kadang kamu juga bisa begitu benci padaku. Iya, aku tau. Begitupun aku. Mesti hati kita dikuatkan oleh ikatan semacam apapun. Perasaan itu tidak akan pernah terlepas dari kita. Manusia. Hai, aku manusia yang selalu ingin berubah. Hai, aku orang yang kau tau keras kepala dan selalu ingin menang sendiri. Aku tidak pernah meminta untuk selalu dimengerti. Aku juga bukan orang yang selalu mengerti, kok. So? Mari kita tetap seperti ini, menjadi sahabat yang biasa saja, menjadi sahabat yang mengerti kekurangan dan kelebihan, dan tetap nyaman dengan apa adanya kita. Pinky promise dulu :")

1 May 2012

Not so simple to give title

Sudah lelah rasanya berpura-pura
Menjadi orang lain yang tak lagi sama
Hanya demi mulut yang selalu ingin tersenyum
Tersanjung dalam semu bayang mutlak kelam

Pernah aku menyesal
Berdiri tepat di kaki gunung terjal
Ingin kembali menjadi diri
Dan tak lagi merasa mati


Disini aku berjalan di atas dawai gitar kehidupan
Menuntut aku lincah menahan kunci berlompatan
Seharusnya kau tau bahwa aku bukan pemain gitar
Aku hanyalah penggores gambar...

23 Feb 2012

Disclaimer: I have nothing to do and bored and sniff sniff.... mmm...

Let's play a game, when I put eye liner on your eyes then you have to cry. So you will be like this:


Is that looks creepy? I just have nothing to do :P I really wanna try it because I think this kind of stuff is cool. I first saw it in  MV, the main character cried and her eyes suddenly became like she have messing around her eyes with ink and I saw it like.....COOL!!! I wanna I wanna!!! You saw it creepy? I saw it pretty. We have different eyes, so we have different thought :)
Am I kinda childish? HAHAHA, Griffindor are red Ravenclaw are blue, insult me I'll crusio you!!!!! :p Sometimes we have to keep our childish inside, because our biggest imagination will stay with us if we can still think like a children (I think I seen Christ Angel too much), when our imagination keep moving so we called creative, and when we creative we have life, just saying... :)